nurhasan.WordPress.com

Laporan Pratikum

I. TUJUAN PRAKTIKUM
Adapaun tujuan praktikum avertebrata secara keseluruhan yaitu:
a. Mahasiswa dapat mengetahui dan mengenal secara langsung hewan avertebrata air yang hidup di berbagai perairan media air dan habitat.
b. Menambah ilmu pengetahuan tentang hewan avertebrata
c. Untuk mengatahui habitat dan penyebaran hewan avertebrata air pada beberapa lingkungan.

II. TEORI DASAR
1. PHYLUM PROTOZOA
Protozoa dijumpai pada perairan tawar maupun perairan laut, hidup pada berbagai habitat secara bebas, menyendiri (soliter) maupun bersama-sama sebagai komensal, simbiotik dan parasit.
Kalsifikasi
Phylum : Protozoa
Sub phylum : 1. Phytomastagina
2. Ciliophora

Ciri-ciri Sub Phylum Phytomastagina :
1. Mempunyai kloroplas, yaitu benda yang berisi pigmen, berpungsi untuk fotosintesis. Makanan dihasilkan dari fotosintesis tersebut.
2. Mempunyai butir-butir amilum.
3. Mempunyai stihma (bintik mata) yang berwarna merah
4. Mempunyai flagella (bulu cambuk).
Sub Phylum Phytomastagina terdiri dari :
A. Klas Flagellata (Mastigophora)
Ordo : 1. Euglenoidida Genus : Euglena, Phacus. Spesies : Euglena viridis.
B. Klas Sarcodina (Rhizophora)
Ordo : 1. Amoebina (hidup di perairan tawar)
2. Foraminifera, radiolaria, dan heliozoa (hidup di perairan laut).
Amoeba proteus : hidup di dasar perairan, panjang sekitar 0,025 cm. Alat geraknya disebut pseudopodium. Warna tubuhnya transparan, tubuh bagian luar disebut ektoplasma dan bagian dalam disebut endoplasma. Nukleusnya berwarna gelap yang dilapisi oleh selapu (membran nucleus). Gerakan amoeba proteus dilakukan dengan jalan menjulurkan ecto dan endoplasma yang di ikuti oleh bagian belakang tubuhnya (pseudopodia).
C. Sub Fhyum Cilliophora
Klas : Ciliata
Ordo : Suclorida
Genus : 1. Stentor Spesies : Stentor roselli
2. Arcella Spesies : Arcella fulgaris
3. Paramecium Spesies : Paramecium caudatum
4. Vorticella Spesies : Vorticella sp

Alat geraknya adalah cilia (rambut gatar). Pergerakannya ke arah depan, tetapi apabila terbentur pada suatu benda atau keadaannya yang tidak memungkinkan maka akan membalikan tubuhnya dengan arah gerak yang berlawanan.
Ciri-ciri paramecium caudatum :
a. Bentuk tubuh seperti sandal
b. Mempunyai makro dan mikro nukleus
c. Alat geraknya cilia (rambut getar)
d. Mulut terdapt di mid ventral tubuh

2. PHYLUM ANNELIDA
Klasifikasi
Phylum : Annelida
Klas : Oligochaeta
Ordo : Lumbricidae
Sub Ordo : Lumbricina
Famili : Megoscoledae
Genus : Pheretima
Spesies : Pheretima sp

Cacing tanah tubuhnya bulat panjang dan beruas-ruas. Hidup di perairan tawar, laut dan tanah-tanah yang lembab. Cacing ini banyak dijumpai pada tanah-tanah lembab yang subur dan gembur. Sangat aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal), sedangkan pada siang hari tinggal di dalam lubangnya. Panjang tubuh bervariasi, bahkan sampai 15 cm dan ruas tubuh samapai 150 ruas. Pada tubuh bagian luar, ditumbuhi bulu-bulu halus yang disebut cetae. Pada bagian anterior tubuh terdapat clitellum. Mulut terdapat pada ruas pertma (1) dan anus terdapat pada ruas terakhir. Alat reproduksi tardapat pada ruas ke 14 (ovarium) dan ruas ke 15 (testis). Cacing mempunyai sifat regenerasi yang tinggi, apabila seekor cacing tanah terpotong, maka pada bagian yang terpotong tersebut akan membentuk bagian yang hilang sehingga bentuknya pulih seperti sediakala.
Ciri-ciri cacing tanah : aktif mencari makan pada malam hari, mempunyai cetae, mempunyai clitellum, terdapat dua otot : otot memanjang dan oto melingkar.
KELAS HIRUDINAE
Lintah mempunyai dua alat penghisap yang terdapat di bagian anterior dan posterior tubuhnya. Alat penghisap (sucker) dibagian posterior lebih besar dari pada di bagian anterior (anterior sucker). Tubuhnya bulat panjang, oval dan elastis. Mempunyai tiga jenis otot, yaitu : musculus sirkular (otot luar), musculus longitudinal (otot dalam), dan musculus obligus (otot melingkar).
Traktus digestivus terdiri dari : mulut, pharynx, oesophangus, intestinum, rectum, dan anus. Darahnya tidak berwarna. Hidup sebagai parasit, predator dan scavenger (pemakan bangkai). Pada ordo Rhyncobdellidae, probosisnya dapat ditarik keluar dan hewan ini tidak mempunyai rahang.
Klasifikasi
Phylum : Annelida
Klas : Hirudinae
Ordo : Rhyncobdellidae
Famili : Glossiphonidae
Genus : Helobdella
Spesies : Helobdella sp

Helobdella ini mempunyai satu pasang mata, panjang tubuh antara 5-20 mm. Tubuh terdiri dari 33 ruas, dan tiap ruas terdiri dari 3-6 annuli (ruas semu).
Sebelum dilakukan pengamtan, terlebih dahulu buatlah klasifikasinya, kemudian perhatikan pergerakan lintah uang masih hidup. Selanjutnya perhatikan bentuk suckernya dan digambarkan. Untuk mematikan lintah dengan cara merendamnya dalam perasan air tembakau.
3. PHYLUM MOLLUSCA
Phylum Mollusca terdiri dari tiga kelas yaitu :
a. Gastropoda (hewan berkaki perut)
b. Pelecypoda (hewan berkaki pipih di dalam cangkang)
c. Cephalopoda (hewan berkaki di kepala)
Mollusca dapat hidup pada berbagai habitat seperti laut, darat, sungai, rawa-rawa, kolam dan dibawah-bawah batu. Berhubung karena keterbatsana sampel maka preparat yang digunkan terbatas pada : bekicot, kerang, dan cumi-cumi.
A. KELAS GASTROPODA
Klasifikasi
Phylum : Mollusca
Klas : Gastropoda
Ordo : Pulmonata
Famili : Achatinidae
Genus : Achatina
Spesies : 1. Achatina fulica
2. Achatina variegata

Ciri-ciri :
Achatina fulica : warna garis-garis pada cangkangnya tidak begitu mencolok.
Achatina variegata : warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku- buku.

Bekicot hidup pada daerah lembab, tetapi bukan berair atau becek dan udara dingin. Tidak suka tempat yang terkena matahari langsung, aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal). Bekicot ini sudah banyak dibudidayakan dan merupakan komoditi ekspor ke prancis dan Belanda. Cangkangnya berbentuk tabung yang melingkar sperti spiral, tubuhnya dapat ditarik ke dalam cangkangnya pada waktu menyelamatkan diri. Untuk membuang lendir pada bekicot, tubuh yang sudah tidak bercangkang direndam dalam larutan cuka 10 % selam lebih kurang 10 menit, kemudian dicuci bersih.
Achatina fulica termasuk hewan hermaprodit, sel telur dan spermatozoa dihasilkan oleh organ yang disebut dengan ovo testis.
Anatomi Achatina fulica : untuk melihat dan menggambar anatominya, terlebih dahulu harus dibuang cangkangnya dengan tidak merusak bagian tubuhnya.
B. KELAS PELECYPODA / BIVALVA
Cangkang terdiri dari dua belahan (bivalva) yang dapat dibuka dan ditutup, karena adanya musculus adductor pada bagian dorsal, kedua belahan tersebut di ikat oleh jaringan pengikat elastic yang dinamakan ligament. Umumnya hewan ini hidup membenamkan sebagian tubuhnya dalam lumpur, tanah, pasir, baik di laut maupun di sungai.
Klasifikasi
Phylum : Mollusca
Klas : Pelecypoda
Sub Klas : Lamellibranchiata
Ordo : Eulamellibranchia
Family : Unionidae
Genus : Anadonta
Spesies : Anadonta woodiena Lea (kijing taiwan)

C. KELAS CEPHALOPODA
Hewan ini kakinya terdapat di kepala, kaki berfungsi sebagai tangan. Bagian kepala memasuki bagian mantel dan badan bertemu di leher. Siphon berfungsi sebgai tempat mengeluarkan air dari dalam tubuh.
Cara bergerak : mantel mengembung dan air masuk melalui lubang pada bagian lehernya dan selanjutnya masuk ke dalam mantel, kemudian mantel berkontraksi dan mengerut sehingga menutupi lubang pada leher dan air ke luar dari siphon, selanjutnya hewan tesebut bergerak.
Klasifikasi
Phylum : Mollusca
Klas : Cephalopoda
Ordo : Dibranchia
Sub Ordo : Decapoda
Genus : Loligo
Spesies : loligo sp

4. PHYLUM ARTHROPODA
Klasifikasi
Phylum : Arthropoda
Sub phylum : Mandibulata
Klas : Crustacea
Sub Kelas : Malacostraca
Ordo : Decapoda
Sub Ordo : Natantia
Famili : Palaemonidae
Genus : Macrobrachium
Spesies : Macrobrachium rosenbergii

Arthropoda hádala hewan yang kakinya beruas-ruas dan memiliki kerangka luar yang disebut eksoskleton. Bentuk dan ukuran tubuh bervariasi sesuai dengan spesiesnya. Salah satu spesies dari arthropoda yang bermanfaat bagi manusia hádala udang. Pada udang eksoskletonnya terbentuk dari cutícula yang mengandung kapur dan dari zat chitin yang kyat dan keras. Tubunya dilindungi oleh dorsal carapace yang dapat dipisah-pisahkan. Tubuh teridiri dari Cephalothorax yang cébela dorsalnya ditutupi dengan pleura.
Pada bagian anterior kepala terdapat rostrum yang bentuknya runcing bergerigi dan melengkung kearah atas seperti pedang. Gigi atas berjumlah 12-15 buah, sedangkan gigi bawah jumlahnya 8-14 buah. Pasangan kaki jantan kedua pada udang jantan dewasa ukurannya lebih besar dan lebih panjang, yaitu 1,5-2 kali panjang tubuhnya, disini terdapat spina.
Jumlah insang udang galah terdiri dari 17 pasang yang terletak pada sisi kanan dan kiri tubuhnya, insang tersebut terdiri atas dua jenis, yaitu podobranchia (insang bagian luar) dan arthrobranchia (insang bagian dalam)
Ciri-ciri udang : bernapas dengan insang, mempunyai dua pasang antena, mempunyai 1 pasang maxilla dan maxilla II, pleura II menutupi bagian posterior, pleura I dan bagian anterior pleura III, seperti susunan genteng rumah.
Udang galah bersifat bentik dan menyukai tempat-tempat yang gelap. Panjang badannya 15-25 cm dan bahkan pernah dijumpai yang panjangnya sampai 90 cm. Udang galah mulai bertelur dan memijah pada umur setelah 3 bulan, telur melekat pada pleapod udang galah betina. Telur yang telah matang akan dikeluarkan dari ovarium yang letaknya dibagian cephalothorax tesebut. Selanjutnya disalurkan ke bbagian ventral tubuh dan dibuahi oleh jantan, warna telur secara berangsur-angsur terjadi perubahan sebagai berikut :
Kuning muda => Tua => Jingga => Orange => Abu-abu Muda => Abu-abu Tu .

III. CARA KERJA
1. Prosedur Pengamatan
a. Siapkan atau sediakan sampel yang akan di amati
b. Siapkan peralatan yang akan digunakan, antara lain : mikroskop, obyek glass, cover glass, pipet, tissue dan lain-lain, serta peralatan tulis yang diperlukan.
2. Cara Pengamatan
Dalam laporan ini hewan yang diamati ada 4 fhylum yaitu : Phylum Protozoa, Phylum Annelida, Phylum Mollusca, dan phylum Arthropoda. Adapun tata cara pengamatan yang dilakukan dalam praktikum adalah sama. Untuk itu dalam laporan praktikum ini di jelaskan cara pengamatan secara umum (mencakup semuanya). Cara pengamatan dalam laporan ini sebagai berikut :
a. Letakkan mikroskop pada tempat yang telah ditentukan
b. Atur cahaya agar terang, tentukan pembesarannya dengan lensa okuler dan lensa obyektif.
c. Ambil sampel yang akan diamati
d. Putar makrometer sehingga mendekati cover glass, selanjutnya untuk memperjelas obyek yang akan di amati putarlah mikrometer. Setelah obyek kelihatan jelas, kerjakan sebagai berikut :
 Gambar morfologi dan anatomi hewan sampel dan beri keterangannya.
 Buatlah klasifikasi hewan sampel yang diamati
 Tentukan ciri-ciri khas hewan sampel yang diamati
 Tentukan pergerakannya serta habitatnya

IV. HASIL PRAKTIKUM
1. Phylum protozoo
A. Amoeba Proteus
 Kalsifikasi
Phylum : Protozoa
Sub phylum : 1. Phytomastagina
2.Ciliophora
Klas : Sarcodina (Rhizophora)
Ordo : Amoebina
Spesies : Amoeba proteus

 Habitanya : Hidup pada perairan tawar maupun laut, air kotor, Dan hidup pada hábitat secara bebas, menyendiri maupun bersama-sama sebagai parasit, komensal, dan simbiotik.

 Ciri-cirinya :
1. Mempunyai nukleus
2. Alat geraknya pseodopodium
3. Warna tubuhnya transparan.
4. Terdiri dari ektoplasma dan endoplasma

 Gambar. Amoeba proteus

Keterangan
1. Plasmalemma
2. Ectoplasma
3. Endoplasma
4. Pseudopodium
5. Nucleus
6. Vacuola makanan
7. Vakuola Contraktil

B. Paramecium caudataum
 Klasifikasi
Phylum : Protozoa
Sub Fhyum : Cilliophora
Klas : Ciliata
Ordo : Suclorida
Genus : Paramecium
Spesies : Paramecium caudatum

 Ciri-cirinya :
– Bentuk tubuh seperti sandal
– Mempunyai makro dan mikro nukleus
– Alat geraknya cilia (rambut getar)
– Mulut terdapt di mid ventral tubuh
 Gambar. Paramecium caudatum
Keterangan :
1. Mulut
2. Cytostome
3. Cytopyge
4. Vakuola makanan
5. Cilia
6. Trichocyts
7. Endoplasma
8. Ectoplasama
9. Vacuola Contraktil
10. Vacuola makanan

C. Stentor Roselli
 Klasifikasi
Fhylum : Protozoa
Sub fhylum : Cilliophora
Ordo : Suklorida
Genus : Stentor
Spesies : Stentor roselli
 Habitatnya : di air laut, sungai, dan di air tawar serta di air kotor.
 Ciri-cirinya :
a. Mempunyai mikro nukleus
b. Tubuhnya Berbentuk seperti corong
c. Mempunyai cytopharynx
d. Alat gerkanya cilia

Gambar. Stentor roselli
D. Euglena Viridis
 Klasifikasi
Fhylum : Rhizopora
Klas : Flagellata
Ordo : Euglenoidida
Genus : Euglena, Phacus
Spesies : Euglena viridis

 Habitat : Di air laut, di air tawar, dan di air payau, kemudian di air yang kotor.
 Ciri-cirinya :
a. Mempunyai kloroplas
b. Mempunyai nukleus
c. Mempunyai stigma (bintik mata)
d. Mempunyai ektoplasma dan endoplasma
e. Pada badan terdapat butir-butir amilum

 Gambar Euglena viridis

Keterangan :
1. Flagellum 7. Cloroplast
2. Cytostoma 8. Badan Amilum
3. Vakuola Contraktil 9. Stigma
4. Rhizoplast 10. Pellicle
5. Nucleus 11. Ectoplasma
6. Endoplasma 12. Endoplasma

2. Phylum Annelida
A. Pheretima sp
 Klasifikasi
Phylum : Annelida
Klas : Oligochaeta
Ordo : Lumbricidae
Sub Ordo : Lumbricina
Famili : Megoscoledae
Genus : Pheretima
Spesies : Pheretima sp

 Alat geraknya : cacing tanah (Pheretima sp), alat geraknya menggunakan kontraksi otot tubuh dan cetae (bulu-bulu halus) pada tiap segmen. Tubuh cacing memiliki cairan, berfungsi dalam pergerakan dan sekaligus melibatkan kontraksi otot yaitu : otot melingkar dan otot memanjang.
 Ruas tubuh cacing tanah yaitu panjang tubuh 7-8 cm, dan jumlah ruas 62-72 ruas.
 Gambar Pheretima sp

Keterangan :
1. Prostomium
2. Mulut
3. Letak Ovarium
4. Latak testis
5. Pigidium
6. Anus

B. Kelas Hirudinae
Keterangan :
1. Anterior Sucker
2. Posterior Sucker
3. Bagian dorsal

Gambar. Morfologi Lintah

 Klasifikasi
Phylum : Annelida
Klas : Hirudinae
Ordo : Rhyncobdellidae
Famili : Glossiphonidae
Genus : Helobdella
Spesies : Helobdella sp

 Gerak Lintah :
Lintah bergerak dengan cara melekukkan badannya dan melekat dengan sucker (alat pengisap) anterior dan posterior. Posterior berfungsi sebagai tempat melekatnya inang sedangkan anterior sebagai pengisap darahnya. Lintah berenang dengan cara menggelombangkan badan.
 Lintah tidak memiliki clitellum
3. Phylum Mollusca
A. Kelas Gastropoda
Klasifikasi
Phylum : Mollusca
Klas : Gastropoda
Ordo : Pulmonata
Famili : Achatinidae
Genus : Achatina
Spesies : Achatina fulica

Keterangan :
1.Cangkang (Shell)
2.Tentakel Primer
3.Tentakel Sekunder
4.Mata
5.Kaki
6.Mulut

Gambar Morfologi Achatina fulica

Keterangan :
1. Apeks
2. Spiral
3. Umbilikus
4. Apertura
5. Bibir luar
6. Gigi pupoid
7. Bibir kolumela
8. Dinding pariental
9. Garis spiral (satura)
10. Gelang badan (Ulir)

Gambar Cangkang Achatina fulica
B. Kelas Pelecypoda
Klasifikasi
Phylum : Mollusca
Klas : Pelecypoda
Sub Klas : Lamellibranchiata
Ordo : Eulamellibranchia
Family : Unionidae
Genus : Anadonta
Spesies : Anadonta woodiena Lea

Keterangan :
1. Hinge ligamen
2. Otot anterior protaktor
3. Otot anterior adductor
4. Umbo
5. Kaki
6. Garis pertumbuhan
7. Siphon ventral
8. Siphon dorsal
9. otot posterior adductor

Gambar Morfologi Anadonta woodiena Lea

Gambar. Anatomi Anadonta woodiena Lea

Ketrangan :
1. Kaki
2. Intestina
3. Gonade
4. Labial palps
5. Mulut
6. Otot anterior adductor
7. Otot posterior adductor
8. Oesophagus
9. Lambung
10. Hati
11. Jantung
12. Ginjal
13. Siphon dorsal
14. Siphon ventral
15. Anus
16. Insang
17. Mantel

C. Kelas Cephalopoda
Klasifikasi
Phylum : Mollusca
Klas : Cephalopoda
Ordo : Dibranchia
Sub Ordo : Decapoda
Genus : Loligo
Spesies : loligo sp

Keterangan :
1. Mata
2. Siphon
3. Tentakel
4. Arms / Tangan
5. Sirip
6. Mante
Gambar. Morfologi loligo sp

4.PHYLUM ARTHROPODA
Klasifikasi
Phylum : Arthropoda
Sub phylum : Mandibulata
Klas : Crustacea
Sub Kelas : Malacostraca
Ordo : Decapoda
Sub Ordo : Natantia
Famili : Palaemonidae
Genus : Macrobrachium
Spesies : Macrobrachium rosenbergii (de Man)

1. Gambar morfologi Macrobrachium rosenbergii (de Man)

Keterangan :
1. Antenula 12. Abdomen
2. Cephalothorax 13. Telson
3. Rostrum 14. Uropoda
4. Mata 15. Pleopoda
5. Statocys 16. Pleura (I-IV)
6. Squama 17. Antennal spine
7. Chelliped 18. Hepatic spine
8. Antenna 19. Celah cervical
9. Maxillapoda 20. Protopodite
10. Periopoda 21. Endopodite
11. Carapace 22. Extopodite

2. Gambar Pleura Macrobrachium rosenbergii (de Man)
Keterangan :
1. Pleura I
2. Pleura II
3. Pleura III
4. Pleura IV
5. Pleura V
6. Pleura VI
7.
3. Gambar Carapace Macrobrachium rosenbergii (de Man)

Keterangan :
1. Rostrum
2. Antennal spine
3. Hepatic spine
4. Celah cervical yang membastasi chepalon (kepala) dan thorax (dada)
5. Dada

4. Gambar Cheliped Macrobrachium rosenbergii (de Man)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: